Ferry Permadi

Keberhasilan adalah Kesenangan dalam berproses..

Warning: Illegal string offset 'tw' in /home/fp2011/public_html/wp-content/plugins/post2ymess/teoSocial.php on line 81

Pertanyaan ;

Pak, apa hal penting yang harus saya perhatikan jika ingin membuka usaha/bisnis?

Jawaban ;

Terima kasih, hal penting yang harus diperhatikan  dalam berusaha/berbisnis adalah ” Potensi Keuntungan ” karena berbisnis harus menguntungkan, kecuali kalau hendak mendirikan yayasan atau lembaga sosial, jika tidak ada potensi keuntungan, lebih baik tidak.

Pertanyaan ;

Pak Apakah  ”Misi” dan “Visi” itu?

Jawaban ;

Visi = Vision = Adalah Pandangan jauh ke depan/targetan/keinginan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu, sedangkan

Misi= Mision = Adalah landasan/keinginan dasar yang menjiwai kenapa Visi itu ada; biasanya misi adalah niatan baik  yang menjiwai seluruh upaya.

Visi biasanya terus berkembang mengikuti pencapaian sedangkan Misi biasanya tetap menjadi landasan perkembangan Visi tersebut.

Sebagai contoh;

Dalam kehidupan pribadi; Misi seseoranglah yang menjadikan dia ber”visi” sebagai dokter di wilayah terpencil; karena Misi hidupnya adalah pengabdian bagi kehidupan orang lain dan di “Visi” kannya menjadi  dokter di wilayah terpencil  atau Misi untuk mencerdaskan kehidupan generasi muda yang membuat seorang guru ber”Visi” mengajar didaerah daerah yang terpencil.

Misi sering diartikan juga sebagai “Purpose  of  life” atau tujuan keberadaan/hidup.

Terima kasih.

Pertanyaan ;

Pak, apakah dalam perusahaan atau bisnis kita, kita harus mempunyai Misi dan Visi?

Jawaban ;

Tidak harus, hanya perusahaan yang mempunyai Misi dan Visi yang jelas, biasanya akan bisa tumbuh dan berkembang menjadi besar. karena ada semangat atau tujuan yang hendak diwujudkan.

Sedangkan mereka yang tidak punya atau tidak jelas Misi dan Visinya atau hanya sekedar ada, sama dengan kita yang hidup dengan tanpa cita cita dan tidak tahu, apa yang harus dilakukan. Maka keberadaannya hanyalah sebagai Syarat tetapi bukan memberikan Manfaat. Terima kasih.

Pertanyaan ;

Pak, perusahaan saya sudah mempunyai Visi dan Misi yang jelas, tetapi kenapa belum bisa berkembang dengan besar?

Jawab ;

Pertanyaannya adalah; Apakah Misi dan Visi tersebut benar-benar dipahami dan di jiwai oleh seluruh individu di dalam organisasi Bapak?  atau apakah semua lapisan dalam organisasi Bapak sudah menerima dan meyakini Visi dan Misi tersebut?  Karena Visi dan Misi yang sejalan dan dipahami dengan baiklah yang dapat menjadi ruh penggerak berkembangnya bisnis Bapak. Terima kasih.

Pertanyaan ;

Pak, saya banyak sekali mempunyai ide bisnis tetapi, selalu gagal dalam melaksanakannya, baik saya coba jalankan sendiri maupun bermitra dengan orang lain. Apakah yang harus saya lakukan?

Jawaban ;

Terima kasih, atas pertanyaan baik Bapak. banyak juga orang yang mengeluh bahwa saat bisnisnya sudah jalan, dia gagal untuk mempertahankannya.

Dalam berbisnis, ternyata kita dapat mengkatagorikan type pebisnis dalam 3 katagori extrim;

1. Pitcher = Pelempar ; Type ini biasanya merupakan type orang orang yang visioner, penuh ide, senang sekali hal hal baru dan mempunyai Misi yang kuat. Biasanya para founder perusahaan ber-type seperti ini.

2. Catcher = Penangkap;  adalah type – type orang yang mudah mengerti, menyukai tantangan dan dapat mewujudkan bayangan/vision orang lain menjadi hal yang nyata. sebagaian besar top management atau CEO perusahaan dipenuhi orang orang type ini.

3. Runner = Pelari; Type ini adalah type orang yang senang akan keteraturan, rutinitas dan hal hal yang konsisten/berkelanjutan.  Mereka ini biasanya menduduki posisi posisi penting dalam perusahaan perusahaan yang sudah mapan.

Nah, untuk menjawab pertanyaan baik Bapak, mungkin Bapak adalah seseorang yang bertype “Pitcher” yang dominan, maka saran saya, sebaiknya Bapak bermitra atau mempunyai pendamping bisnis ber type Catcher atau Runner; yang disesuaikan dangan tahapan perkembangan usaha Bapak, hindari dulu bermitra dengan sesama Pitcher sampai nanti Bapak memerlukannya untuk mengembangkan bisnis baru..

Lima Proses (5R)

No comments

Warning: Illegal string offset 'tw' in /home/fp2011/public_html/wp-content/plugins/post2ymess/teoSocial.php on line 81

Pendahuluan

5R atau dalam bahasa aslinya kita kenal sebagai “5S” adalah kegiatan yang dilakukan untuk Menata/Mengatur tempat,agar lebih baik dan produktif.

5S terdiri dari 5 awalan “S” dari bahasa Jepang yang mempunyai arti/Makna :

1. “Seri” = Ringkas

Melakukan indentifikasi barang-barang yang diperlukan dan yang tidak diperlukan.

2. “Seiton” = Rapih

Memastikan sebuah tempat untuk semuanya dan segala sesuatu berada di tempatnya.

3. “Seiso” = Resik

Menjaga area selalu bebas dari sampah, kotoran, minyak, debu dan barang-barang yang tidak diperlukan.

4. “Seitketsu” = Rawat

Memastikan bahwa sistem selalu berjalan dengan baik, dan kebersihan selalu dijaga.

5. “Shitsuke” = Rajin

Selalu melakukan perbaikan yang berkesinambungan   (continue improvement)

 

“Ringkas adalah tahapan pertama dari Lima Proses dalam 5 R yang berarti kegiatan untuk memilah milah dan menata barang-barang yang ada ditempat kerja.

Dua langkah penting dalam Ringkas yaitu :

  1. Melakukan indentifikasi barang-barang yang diperlukan dan yang tidak diperlukan
  1. Klasifikasi alat-alat/barang-barang berdasarkan frekwensi penggunaannya.

Klasifikasi ini biasanya terdiri dari 3 katagori yaitu :

1.    Rendah

-       Frekwensi ; Kurang dari setahun atau Mungkin sekali setahun.

-       Cara Penyimpanan : Singkirkan/buang atau simpan ditempat yang jauh.

2.    Rata-rata.

-       Frekwensi : Sekali setiap 2-5 bulan; Sedikitnya sekali sebulan; Sedikitnya sekali seminggu.

-       Cara Penyimpanan : Simpan bersama-sama disuatu tempat di area pabrik.

3.    Tinggi / Sering

-       Frekwensi : Sekali dalam sehari; Sekali dalam satu jam.

-       Cara Penyimpanan : Bawa bersama individu masing-masing atau Simpan ditempat dimana berlangsungnya proses kerja dari individu masing-masing.

Untuk memudahkan  pengecekan pelaksanaan Ringkas ini, dapat dibuat Daftar Periksa sebagai berikut :

Ø   Dapatkah Anda menemukan tumpukan barang-barang yang tidak diperlukan ditempat kerja.?

Ø  Apakah ada kabel dan pipa yang tidak diperlukan tergeletak begitu saja?

Ø  Apakah ada peralatan dan material tergeletak di lantai?

Ø  Apakah semua barang yang tidak diperlukan telah dipilih-pilih, diklasifikasikan, disimpan dan diberi identitas label dan Red Tag?

Ø  Apakah semua alat ukur dan peralatan diklasifikasikan dan di simpan dengan benar?

Dalam pelaksanaan Ringkas ini, biasanya digunakan pula metode “Red Tag” yaitu Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi barang-barang yang ditemukan di wilayah kerja, yang tidak jelas kegunaannya dan keperluanny

 

“Rapih dan Resik adalah tahapan kedua dan ketiga dari Lima Proses dalam 5R.

Rapih berarti memastikan  tempat untuk semuanya dan segala sesuatu berada di tempatnya.

Konsep Rapih ;

Ø  Penempatan berdasarkan pada fungsi atau klasifikasi dari komponen, peralatan dan bahan-bahan.

Ø  Dalam menentukan Nama dan Tempat harus Jelas.

Ø  Label ( Information board ) mudah dibaca.

Ø  Komponen, dokumen, dan peralatan, bila diperlukan cepat dan mudah mendapatkannya.

Ø  Menggunakan kode pewarnaan

Ø  Penandaan zona atau area.

Ø  Hapus / buang, catatan atau informasi yang tidak diperlukan lagi.

Ø  Tentukan metode penyimpanan, misalnya :

-       Menggunakan shadow board untuk penyimpanan peralatan.

-       Mengunakan lemari untuk menyimpan peralatan kebersihan  atau peralatan yang jarang digunakan.

Kode Pewarnaan :

Resik; Menjaga area selalu bebas dari sampah, kotoran, minyak, debu dan barang-barang yang tidak diperlukan.

Beberapa langkah pelaksanaan dari Resik :

  1. Meningkatkan pencahayaan di wilayah kerja
  2. Membagi kawasan ke dalam Zona
  3. Menentukan Penanggung jawab untuk membersihkan
  4. Menghilangkan kebocoran pada mesin
  5. Mengindetifikasi metode dan alat-alat yang tepat untuk pembersihan.
  6. Memberikan perlindungan bagi orang yang melakukan pembersihan ( sarung tangan, masker )
  7. Mengindetifikasi sumber kotoran.
  8. Melakukan pembersihan keseluruhan ( lantai, tebok, langit-langit, luar mesin, dalam mesin).
  9. Melakukan pengecatan pada mesin, lantai, tembok, langit-langit bila diperlukan.
  10. Upayakan untuk mengurangi kebutuhan untuk membersihkan.
  11. Memeriksa mesin dan alat-alat, saat melakukan pembersihan.
  12. Bila memungkinkan lakukan pemeliharaan dan memeriksa mesin saat membersihkan ( misalnya : mengencangkan keran hydraulic )
  13. Membuat panduan ( WI ) Pembersihan.

Rawat; Menyediakan sistem yang mudah dipahami dan dilaksanakan oleh semua orang dan menjaganya selalu berjalan dengan baik, sehingga bila terjadi kondisi abnormal akan terdeteksi dengan mudah.

Rajin;Selalu melakukan perbaikan yang berkesinambungan, dengan cara meningkatkan dan mempertahankan kegiatan-kegiatan yang positif. Yaitu dengan cara :

1.Memiliki target pribadi

2.Membuat kalender kerja 5R

3.Membuat tanda penunjuk level 5R pada masing-masing area.
4.Melakukan pemeriksaan secara berkala / audit.
5.Perbaikan selalu diupayakan oleh team atau kelompok.
6.Mengadakan pelatihan-pelatihan yang berkesinambungan

Cost Reduction

No comments

Warning: Illegal string offset 'tw' in /home/fp2011/public_html/wp-content/plugins/post2ymess/teoSocial.php on line 81

Cost Reduction

Cost Reduction dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai “Pengurangan/Penurunan Biaya”;

Biaya untuk memproduksi/menghasilkan suatu produk yang dikurangi/diturunkan, dengan tujuan mendapatkan margin profit yang lebih besar ataupun untuk mendapatkan harga jual yang lebih bersaing dengan tanpa mengurangi margin profit yang sudah ditetapkan.

Pengurangan biaya produksi ini, tentu dengan tidak mengurangi nilai ekonomis produk tersebut.

Semisal.;  Donat dengan ukuran A, tetap berukuran A tetapi dengan biaya produksi yang lebih rendah. Bukan mengurangi ukuran Donat A menjadi lebih kecil.

Penurunan ukuran ini memang secara langsung dapat mengurangi biaya produksinya, tetapi konsumen akan merasakan penuruan nilai ekonomisnya; karena dengan harga yang sama, konsumen mendapatkan lebih sedikit.

Penerapan program Cost Reduction ini, diharapkan dapat menurunkan biaya produksi semisal ; untuk membuat barang A yang tadinya  menghabiskan biaya sebesar Rp. 1,000.  dapat diturunkan sebesar  10%; bahkan setiap tahun.

Bagaimanakah Caranya?. Apakah memungkinan penurunan yang berkala seperti itu?. Dimanakah batas penurunannya?.

Cara pertama yang biasa dilakukan adalah dengan dengan Negosiasi kepada pemasok untuk meminta penurunan harga.

Cara ini biasanya berhasil untuk tahap pertama, tetapi jika kita kemudian ingin mengurangi lagi biaya produksinya  bagaimana..?.Negosiasi lagi?

Cara Negosiasi ini tentu ada batasnya, karena salah satu hukum dalam Bisnis adalah profit.

Jika kita paksa pemasok sampai mereka kesulitan mendapatkan profit yang sesuai ,maka pada gilirannya kita sendiri akan kesulitan karena kehilangan pemasok.

Di beberapa perusahaan Multinasional Jepang, dengan semakin ketatnya persaingan dari Negara-negara ke 3; Cost Reduction ini memainkan peranan yang sangat penting dan menjadi salah satu alat bersaing di pasar bebas.

Bahkan mereka membentuk bagian khusus lintas departemen untuk bekerja dan mengupayakan penurunan biaya ini setiap tahun.

Apakah memungkinkan..?.

Untuk dapat ‘memungkinkan’ penurunan biaya ini terjadi setiap tahun, mereka bagi cara penurunan harga ini dalam beberapa katagori yaitu.

  1. Negotiation
  2. VE (Value Engineering) 1.
  3. VE (Value Engineering) 2.
  4. VE (Value Engineering) 3.

Bagaimanakah cara-cara penurunan harga ini dapat membantu perusahaan mendapatkan penurunan harga yang terus menerus dan konsisten setiap tahun?.

Dalam rangkaian tulian ini. saya akan coba uraikan masing-masing cara berdasarkan katagori tersebut.

Cara-cara ini merupakan cara-cara yang pernah diaplikasikan penulis dan berhasil dengan baik.

Semoga cara-cara ini dapat membantu pengurangan biaya produksi tinggi yang pada gilirannya dapat menguntungkan kita dengan harga-harga yang jauh lebih kompetitif.

Terima kasih,

Ferry Permadi


Warning: Illegal string offset 'tw' in /home/fp2011/public_html/wp-content/plugins/post2ymess/teoSocial.php on line 81

I. Pendahuluan.

Organisasi perusahaan terdiri dari organisasi-organisasi yang dibentuk dengan tujuan tertentu, sebagai contoh; organisasi penjualan, dibentuk dengan tujuan untuk dapat mengkonversikan nilai tambah perusahaan menjadi pemasukan perusahaan, organisasi produksi dibentuk untuk menghasilkan nilai tambah yang dapat ditukar dengan kebutuhan pelanggan, begitupun organisasi-organisasi lainnya; ada karena mempunyai tujuan tertentu dalam mencapai tujuan besar organisasi perusahaan.

Dalam pengelolaan organisasi dikenal istilah SOP (Standard Operation Procedure). SOP ini adalah; Prosedur baku untuk melakukan sesuatu. Prosedur adalah ; Arahan pelaksanaan dalam mencapai tujuan tertentu.  Jadi SOP adalah arahan pelaksanaan organisasi yang baku dalam upaya mencapai tujuan dibentuknya organisasi tersebut.

Dengan adanya SOP yang jelas, diharapkan setiap organisasi dapat menjalankan dan mencapai tujuan organisasinya dengan baik dan dapat tercapai kerjasama yang baik diantara organisasi-organisasi yang ada dalam upaya pencapaian tujuan dan target besar organisasi  perusahaan.

II. Tinjauan.

Dalam langkah pembuatan SOP, terdapat 2 hal utama yang harus dijabarkan yaitu :

1.    Fungsi atau tujuan organisasi; Dengan memberikan pertanyaan, “Untuk apa organisasi ini dibentuk” dan “Apakah aktifitas organisasi untuk mencapai tujuan pembentukannya”.

2.    Proses kerja; Yaitu apa saja aktifitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.

Dalam pembuatan alur kerja sebagai isi utama dari SOP, terdapat 3 alur proses yang harus diperhatikan yaitu ;

1.    Arus Barang/Kerja; yaitu alur yang menggambarkan akitfitas yang dilakukan, biasanya dimulai dengan kata “me..”, Penulisan alur ini dibuat secara linier , yaitu tidak ada percabangan.  Jika ada proses kerja yang bercabang maka dibuat alur untuk satu cabang terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan cabang alur yang berikutnya.

2.    Arus Dokumen, yaitu berisi dokumen-dokumen yang digunakan dalam setiap alur kerja diatas.

3.    Arus keuangan, berisi keterangan alur kerja yang melibatkan proses keuangan/financial.

Penggabungan ketiga arus tersebut merupakan”Proses Kerja” jadi :

Proses kerja = Arus barang + Arus Dokumen + Arus Keuangan

System Anggaran

No comments

Warning: Illegal string offset 'tw' in /home/fp2011/public_html/wp-content/plugins/post2ymess/teoSocial.php on line 81

I. Pendahuluan.

Perencanaan suatu Anggaran, merupakan bagian penting dalam suatu strategi perencanaan dan pembuatan target perusahaan.

Sistem anggaran, merupakan sisitem pengawasan jalannya  arah bagi  pencapaian target yang diharapkan dengan memperhatikan indikasi-indikasi keuangan

Sistem anggaran merupakan satu kesatuan perencanaan keuangan dari seluruh bagian dalam organisasi perusahaan yang memberikan koridor bagi penggunaan dan perencanaan keuangan perusahaan.

Sistem Anggaran merupakan gambaran dan realisasi  pelaksanaan perencanaan keuangan dan jembatan menuju tercapainya target organisasi

II. Tinjauan.

Berjalan dengan baik atau tidaknya perusahaan, dapat dilihat dengan indicator pencapaian yang tercermin dalam sistem Anggaran

Sistem  anggaran, biasanya terdiri dari rencana pengeluaran organisasi yang dapat dibedakan dalam pengeluaran-pengeluaran rutin organisasi (expenses) dan pengeluaran untuk pembelian sarana kerja (Capital) dan terdapat dua pengelompokan pengeluaran besar yaitu  pengeluaran tetap (fixed cost) dan pengeluaran tidak tetap (variable cost). Pengeluaran tetap adalah jenis pengeluaran rutin yang tidak terpengaruh oleh jumlah produk yang dihasilkan seperti pengeluaran rutin perusahaan untuk perawatan/sewa gedung atau kendaraan dll. Sedangkan pengeluaran tidak tetap adalah pengeluaran yang langsung berhubungan dengan produk seperti pembelian bahan baku, ongkos cetak dll.

Sistem Anggaran merupakan rencana anggaran tahunan yang biasanya disusun dan dievaluasi satu tahun sekali. Sistem anggaran ini  disusun sebelum masa berlakunya tahun anggaran yang baru dan dievaluasi pencapaiannya setiap akhir masa tahun anggaran.

Sistem Anggaran ini, biasanya ditinjau ulang atau direvisi – jika diperlukan-  satu tahun sekali untuk direview kesesuaiannya dengan target pada pertengahan tahun anggaran.

Setiap bulan, system anggaran ini akan direview untuk melihat arah pencapaian hasil aktual dibandingkan dengan rencana/target yang telah ditetapkan.